Artikelku
Oleh : Ahmad Faizal
Mungkin aku sudah tertinggal jauh namun bukanlah sebuah alat untuk
mematahkan semangat juangku baru ku sadari ternyata mengetahui sejarah
dan membaca buku sangatlah menarik, tidak ada suatu manipulasi dalam
berargumen.. Tetapi ketika melihat realita hari ini yang sangat penting
adalah harus mampu mengkaji kitab kuning, mampu mengawal paham
ahlussunnah wal jamaah dari pemikiran-pemikiran liberalisme,
radikalisme, terorisme, bahkan ekstrimisme. Karna melihat dari letak
geografisnya saja Indonesia terletak
dalam segitiga sekutu artinya Indonesia berada didalam fase
keterancaman. Maka dari itu PR kita hari ini yang pertama bentuk
perawatan kultur kemudian bagaimana hari ini Islam (aswaja) dapat
mengunakan literatur-literatur (keilmuan) Islam sendiri atau wacana kita
tidak lagi berkiblat ke barat (kapital).
Berfikir liberal boleh dg
catatan amaliyah dari objektifitasnya adalah Islam ahlussunnah wal
jamaah. Namun yang terjadi pada hari ini adalah liberalis bukan lagi
hanya sebagai pemikiran saja melainkan menjadi sikap (liberalisme) yg
kemudian muncullah istilah istilah atheis religius gelem tahlilan tp ra
gelem sholat sing ng klambi klambi tulisane sibuk beragama lupa
bertuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar