Senin, 25 April 2016

Artikelku
Oleh : Ahmad Faizal

Mungkin aku sudah tertinggal jauh namun bukanlah sebuah alat untuk mematahkan semangat juangku baru ku sadari ternyata mengetahui sejarah dan membaca buku sangatlah menarik, tidak ada suatu manipulasi dalam berargumen.. Tetapi ketika melihat realita hari ini yang sangat penting adalah harus mampu mengkaji kitab kuning, mampu mengawal paham ahlussunnah wal jamaah dari pemikiran-pemikiran liberalisme, radikalisme, terorisme, bahkan ekstrimisme. Karna melihat dari letak geografisnya saja Indonesia terletak dalam segitiga sekutu artinya Indonesia berada didalam fase keterancaman. Maka dari itu PR kita hari ini yang pertama bentuk perawatan kultur kemudian bagaimana hari ini Islam (aswaja) dapat mengunakan literatur-literatur (keilmuan) Islam sendiri atau wacana kita tidak lagi berkiblat ke barat (kapital).
Berfikir liberal boleh dg catatan amaliyah dari objektifitasnya adalah Islam ahlussunnah wal jamaah. Namun yang terjadi pada hari ini adalah liberalis bukan lagi hanya sebagai pemikiran saja melainkan menjadi sikap (liberalisme) yg kemudian muncullah istilah istilah atheis religius gelem tahlilan tp ra gelem sholat sing ng klambi klambi tulisane sibuk beragama lupa bertuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar