Jumat, 29 April 2016

Artikelku lembar 2
Oleh : Ahmad Faizal

Dulu Islam mengajak orang untuk masuk Islam tetapi sekarang Islam membuang orang Islam.
Apa yang engkau banggakan dg menyalah"kan dan mengkafir"kan adapun suatu kekeliruan musyawaroh mufakat sebagai wadah pemersatunya.
Jangan kemudian kita melupakan nilai" yang secara fundamental. Karena nilai nilai secara mendasar merupakan sublimasi ke Islaman dan ke Indonesiaan.
Perlu kita pahami dalam nilai nilai ke Islaman (kemerdekaan/tawasuth/al-hurriyah, persamaan/
tawazun/al-musawa, keadilan/ta'adul, toleran/
tasamuh) dan nilai nilai ke Indonesiaan (keberagaman suku, agama, dan ras; beribu pulau; persilangan budaya) dengan kerangka pemahaman Ahlussunnah wal jamaah yang menjiwai berbagai aturan, memberi arah mendorong serta penggerak. Yang kemudian sebagai pemberi keyakinan dan pembenaran mutlak, Islam (aswaja) mendasari dan memberi spirit meliputi cakupan Iman, Islam, Ihsan dalam upaya memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar